Yogyakarta – Lazis Nurul Falah Yogyakarta. Sabtu Pagi menjadi hari penting bagi Lazis Nurul Falah Yogyakarta dan juga para jamaah kajian Fastabiqul Khoirot. Setiap Sabtu Pagi dimulai daeri pukul 07.00 WIB Kajian Fastabiqul Khoirot (KFK) rutin dilaksanakan sebagai realisasi program dakwah Lazis Nurul Falah Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya Kajian Sabtu Pagi dibagi dalam 3 Sesi. Sesi pertaman para jamaah diajak untuk tadarus Al Qur’an Juz 30, yang dipimpin oleh salah satu Mahasantri. Setelah tadarus Al Qur’an, rangkaian kegiatan dilanjutkan Kajian Kitab Nasoihul Ibad yang diisi oleh Ustadz Bahrunnaja. Kajian Kitab Nasoihul Ibad sendiri dilaksanakan pada minggu ke-1 dan ke-4 setiap bulannya. Kitab Nashoihul Ibad (نصائح العباد) berarti “nasihat-nasihat untuk para hamba.” merupakan salah satu karya dalam bidang tasawuf dan akhlak yang banyak dipelajari di lingkungan pesantren tradisional di Indonesia. Kitab ini ditulis oleh Syekh Nawawi al-Bantani, seorang ulama asal Banten yang hidup pada abad ke-19 dan dikenal sebagai salah satu tokoh intelektual Muslim Nusantara yang berkiprah di Makkah. Ia memiliki nama lengkap Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani dan menghasilkan puluhan karya dalam bidang fikih, tafsir, tauhid, dan tasawuf. Sebagai seorang ulama yang berafiliasi dengan mazhab Syafi’i dan tradisi Ahlusunah wal Jamaah, Syekh Nawawi menyusun Nashoihul Ibad sebagai kitab yang berisi nasihat-nasihat moral dan spiritual bagi kaum Muslimin. Kitab ini sering dijadikan bahan pengajian rutin karena bahasanya relatif ringkas, padat, dan sarat dengan rujukan ayat Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama dan salaf saleh. Nashoihul Ibad termasuk dalam kategori kitab akhlak dan tasawuf yang bercorak nasihat (mau‘izhah). Isi kitabnya disusun dalam bentuk kutipan-kutipan hadis, atsar sahabat, dan perkataan ulama, kemudian dijelaskan secara singkat oleh penulis. Gaya penyampaiannya bersifat ringkas namun mendalam, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami inti ajaran yang disampaikan. Secara umum, kitab ini memuat berbagai tema yang berkaitan dengan pembinaan jiwa dan moral, seperti keutamaan ilmu, pentingnya keikhlasan, bahaya riya, anjuran sabar dan tawakal, zuhud terhadap dunia, serta peringatan terhadap maksiat. Banyak bagian kitab yang menekankan pentingnya memperbaiki hati sebagai pusat kendali perilaku manusia. Secara tematik, Nashoihul Ibad menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek lahir dan batin dalam beragama. Penulis tidak hanya membahas kewajiban formal, tetapi juga menguraikan dimensi spiritual yang mendasari setiap amal. Amal tanpa keikhlasan dinilai tidak bernilai di sisi Allah, sedangkan amal kecil yang dilakukan dengan hati yang bersih memiliki kedudukan tinggi. (*)

